facebook-blanco-01  Twitter logo white descarga trip burned

Fone: (056) 57740965

The Jakmania Serta Fanatisme Yang Dimiliki

The Jakmania Serta Fanatisme Yang Dimiliki

Seakan menjadi sebuah kewajiban, di tiap laga seharusnya dihadiri pendorong atau supporter. Pendukung adalah mereka yang dengan sepenuh hati mau berkorban mensupport, memberikan semangat, dan mendoakan idolanya supaya dapat menjadi yang terbaik. Dalam sebuah pertandingan sepak bola ketidakhadiran supporter senantiasa menarik perhatian, mulai dari kostum, lagu-lagu yang dibawakan, sampai jumlah manusia yang hadir. Hal hal yang demikian berlaku pula bagi The Jakmania, sebutan bagi penyokong Persija.

 

The Jakmania yakni salah satu fans club sepak bola yang absensinya senantiasa menarik perhatian. Mereka senantiasa datang dalam jumlah yang banyak bahkan ketika perlombaan dilakukan di luar kota Jakarta. http://thejakmania.me/ bangga dan mempunyai yang mereka punya membikin mereka rela berkorban apa pun demi mensupport idolanya beraksi di lapangan hijau.

 

Keramaian yang senantiasa mampu mereka hadirkan tentu saja memberikan mampu menjadi support system tersendiri bagi para pemain Persija. Akan melainkan, hal tersebut berbeda dengan sudut pandang masyarakat. The Jak acap kali kali mendapatkan image atau pengukuran yang kurang bagus dimata masyarakat. Mereka yang hadir dengan jumlah banyak dan dengan keramaian serta kebisingan yang tak terbendung kerap kali disebut-ucap sebagai format nyata dari fanatisme yang berlebihan sehingga menyebabkan masyarakat menjadi terganggu.

 

Ketidakhadiran mereka yang kadang kala tak memandang situasi dan situasi sekitar menyebabkan keresahan tersendiri dimasyarakat. Tak jarang kehadiran mereka justru membuat ketidaknyamanan dimasyarakat. Selain rasa tak nyaman, rasa tidak aman juga kerap timbul saat pensupport dari macan Kemayoran ini sudah keluar dari kadangnya. Khususnya-lebih ketika hasil pertandingan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

 

Kegaduhan, kerusuhan, dan kericuhan yang mereka sebabkan sesungguhnya tidak semua dilaksanakan oleh pendukung Persija tersebut. Kejadian hal yang demikian muncul sebab adanya oknum provokator yang sering kali memancing emosi para penunjang. Provokator lazimnya muncul dikala hasil perlombaan tak pantas dengan yang diinginkan. Mereka akan menggiring opini yang memancing api permusuhan di antara pensupport.

 

Tidak jarang karena adanya provokasi tersebut membuat sebagian fasilitas awam menjadi rusak dan lagi-lagi masyarakat dan negaralah yang wajib menanggung kerugiannya. Karenanya dari itu, bijaklah dalam bersikap, mendukunglah dengan metode bijaksana. Jangan sampai fanatisme yang kita miliki menciptakan kita tak dihargai dimata orang lain dan merugikan nama The Jakmania itu sendiri.